Tampilkan postingan dengan label akibat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label akibat. Tampilkan semua postingan

6 Selebritas Meninggal Akibat Kecelakaan

Senin, 14 April 2014

6 Selebritas Meninggal Akibat Kecelakaan - Dunia hiburan di tanah air kembali berduka. Bintang FTV dan presenter, Valia Rahma meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Bali, pekan lalu. Mengalami koma selama beberapa hari, Valia menghembuskan napas terakhir, Jumat, 13 Januari 2012.

Kecelakaan terjadi saat wanita kelahiran 31 Januari 1985 itu tengah membonceng sepeda motor yang dikendarai adik iparnya, sekitar pukul 10.00 WITA, 4 Januari silam. Menurut penuturan keluarga, keduanya ditabrak seorang pengendara sepeda motor yang ugal-ugalan di jalan.

Kala itu, Valia dan adik iparnya tengah dalam posisi berhenti di atas sepeda motor di depan sebuah gerbang hotel. Saat itu, sebetulnya Valia telah dalam posisi berhenti di depan gerbang hotel. Saat bersamaan, datang dua sepeda motor yang sedang balapan.

"Kebetulan saat itu ada orang menyeberang. Dua motor itu menghindari ke kiri dan kanan. Nah, yang ke arah kiri menabrak Valia," kata mertua Valia, Anshori.

Kecelakaan yang menimpa pemain film Hantu Jeruk Purut itu mengingatkan publik atas kecelakaan yang merenggut nyawa sejumlah selebritas di tanah air. Para selebritas itu antara lain:

1. Nike Ardila
Pelantun tembang Bintang Kehidupan ini meninggal di tengah popularitasnya yang tengah melejit. Mobil yang dikendarainya menabrak beton di tepi jalan, di Bandung, 19 Maret 1995. Ia meninggal di tengah perjalanan menuju rumah sakit akibat luka parah di bagian kepala.

2. Taufik Savalas
Komedian multitalenta ini meninggal dunia akibat kecelakaan maut dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Purbalingga untuk keperluan syuting iklan produk yang dibintanginya. Mobil yang membawanya bersama kru mengalami tabrakan dengan sebuah truk di Bagelen, Purworejo, 11 Juli 2007.

3. Adi Firansyah
Bintang sinetron ini menghembuskan napas terakhir di usia 22 tahun setelah mengalami kecelakaan sepeda motor di jalan raya, dekat rumahnya, Bekasi, 23 Desemeber 2006. Ia mengalami luka benturan keras di bagian kepala dan dada setelah tabrakan dengan pengendara sepeda motor lain.

4. Sophan Sophiaan
Bintang film lawas yang sempat aktif sebagai politisi ini mengalami kecelakaan maut di tengah touring Harley Davidson, Sragen, Jawa Tengah, 17 Mei 2008. Sepeda motornya terguling dan menimpa tubuhnya di tengah jalan berlubang di kawasan itu. Touring dalam rangka menyemarakkan 100 Tahun Kebangkitan Nasional.

5. Virginia Anggraeni
Ia memang bukan artis. Namun, namanya populer setelah menikah dengan penyanyi dangdut Saipul Jamil. Wanita 21 tahun itu meninggal dunia sesaat setelah mobil yang dikemudikan Saipul Jamil terguling di tol Cipularang Km 97, usai merayakan Lebaran, 3 September 2011.

sumber: http://showbiz.vivanews.com/news/read/279978-6-selebritas-meninggal-akibat-kecelakaan
Read More..

Kisah Akibat Tidak Peduli Seruan Azan

Rabu, 30 Oktober 2013

Azan (ilustrasi)

Sudah setahun Anwar sekolah di kota, di sebuah madrasah tingkat Aliyah. Dia bangga sekali, karena tidak semua anak lulusan Tsanawiyah di desanya dapat melanjutkan pendidikan menengah atas di ibu kota propinsi.

Sebagian besar hanya melanjutkan sekolah di ibu kota kabupaten atau malah berhenti sekolah dan mulai bekerja di sawah atau ladang membantu orang tua yang umumnya petani.
   
Liburan setelah ujian smester dua kali ini dia manfaatkan untuk pulang ke desa berkumpul dengan teman-teman sebaya.

Berbagai macam agenda sudah tersusun di kepalanya, salah satunya yang paling menarik adalah makan bersama dengan teman-teman sebaya.

Mereka iyuran membeli bahan-bahan masakan yang diperlukan, bisa berupa uang atau bahan mentahnya langsung. Mereka akan masak sendiri, dengan kemampuan sekadarnya, yang penting tidak asin.

Bekal ilmu memasaknya paling-paling dari sekali-sekali memperhatikan ibu atau kakak perempuannya memasak di dapur.

Membayangkan acara makan bersama itu, Anwar tidak sabar segera sampai di desa. Perjalanan 60 km dengan mobil dirasakannya terlalu lama.
   
Pada hari H, sepuluh anak remaja sudah berkumpul di bawah sebuah pohon, tidak jauh dari pinggir sungai. Itulah tempat favorit mereka.

Pada saat azan Zhuhur berkumandang, mereka tengah sibuk-sibuknya memasak sambil bercanda penuh tawa. Sebenarnya Anwar ingin segera ke masjid melaksanakan shalat Zhuhur berjamaah seperti yang sudah biasa dilakukannya sejak kecil.

Ayahnya selalu membimbingnya shalat berjamaah ke masjid. Sejak sekolah dasar sampai tamat Tsanawiyah dia sudah terbiasa shalat di masjid. Sebenarnya motif utamanya shalat berjamaah di masjid adalah karena takut ayahnya.

Kalau ketahuan tidak shalat di masjid, ayahnya pasti marah besar. Ingat ayahnya, Anwar ingin segera shalat ke masjid meninggalkan teman-temannya. Tetapi dia merasa tidak enak, apalagi masakan hampir matang.
   
Sedang bimbang begitu, ayahnya lewat menuju masjid dan mengingatkan Anwar untuk segera ke masjid. Dia mengangguk, tetapi tidak melaksanakannya.

Begitu ayahnya kembali dari masjid dan melihat Anwar masih  bersama teman-temannya di bawah pohon, beliau marah dan segera memanggil puteranya dengan suara keras: "War, apabila acaramu selesai, segera ke rumah!"

Untunglah ayahnya masih memberinya kesempatan menikmati hidangan yang sudah mereka siapkan susah payah. Tetapi hati Anwar sudah tidak tenang, ayahnya pasti marah besar. Dia siap menerima hukuman yang akan diberikan.
   
Setelah benar-benar menerima hukuman, Anwar kaget bukan kepalang. Hukumannya benar-benar di luar dugaannya. Dengan tenang ayahnya memutuskan: "Anwar, kamu tidak boleh kembali ke kota. Kamu harus berhenti sekolah. Tinggal saja di desa bertani, lalu menikah!

Tidak ada gunanya kamu sekolah tinggi di kota, kalau hasilnya kamu mengabaikan panggilan azan. Ayah tidak ingin kamu sekolah tinggi tetapi tidak peduli dengan panggilan shalat. Baru setahun kamu di kota, kamu sudah berani meninggalkan shalat berjamaah di masjid."
   
Anwar tahu watak bapaknya. Jika sudah memutuskan sesuatu, sukar untuk mengubahnya. Dia minta maaf sambil menangis, tetapi keputusan tetap tidak berubah.

Liburan sekolah sudah habis seminggu yang lalu, tetapi dia belum juga diberi izin kembali ke kota. Anwar betul-betul sangat menyesal telah mengabaikan panggilan shalat Zhuhur di masjid. Walaupun sebenarnya, baru sekali itu dia lakukan. Tapi penyesalan tidak ada gunanya.
   
Untunglah kemudian, pamannya membantu membujuk ayahnya dan menjamin pelanggaran itu tidak akan terulang kembali. Akhirnya ayahnya membolehkannya kembali sekolah ke kota atas jaminan pamannya itu.
Read More..